Loncat ke konten Loncat ke bilah sisi Loncat ke footer

Jangan Khawatir, Ini Penjelasan Ruam Popok Seperti Apa dan Cara Atasi

Ruam popok adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami bayi, terutama saat penggunaan popok kurang tepat atau kulitnya terlalu lembap. Bintik merah, iritasi, hingga kulit yang tampak perih sering bikin orang tua panik dan bingung harus bagaimana.

Tapi tenang, ruam popok sebenarnya bisa dicegah dan diatasi dengan cara yang sederhana—asal tahu penyebab dan langkah yang tepat.

Di artikel ini, kita akan bahas seperti apa sebenarnya ruam popok itu, kenapa bisa muncul, dan tentu saja cara mengatasinya dengan efektif.

Yuk, lanjut baca agar si kecil tetap nyaman dan bebas dari iritasi!

 

Apa itu Ruam Popok

Ruam popok adalah kondisi iritasi kulit yang terjadi pada area yang tertutup popok bayi. Ditandai dengan kemerahan, bintik-bintik, atau lecet pada kulit bayi di area bokong, paha, dan sekitar alat kelamin. Kondisi ini muncul ketika kulit bayi terlalu lama bersentuhan dengan popok basah, kotoran, atau urin yang mengandung zat kimia yang bisa mengiritasi kulit.

Ruam popok biasanya disebabkan oleh kelembaban berlebih, gesekan, atau reaksi terhadap bahan kimia dalam popok, sabun, atau produk perawatan kulit. Gejala yang umum terlihat adalah kulit menjadi merah, terasa hangat saat disentuh, dan bayi mungkin akan lebih rewel karena ketidaknyamanan atau rasa sakit. Meskipun tidak berbahaya, ruam popok dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berkembang menjadi infeksi kulit yang lebih serius.

 

Ciri-ciri Ruam Popok

Ruam popok memiliki beberapa tanda khas yang mudah dikenali oleh orangtua. Ciri utamanya adalah munculnya kemerahan pada kulit bayi di area yang tertutup popok, terutama di bagian bokong, lipatan paha, dan sekitar alat kelamin. Kulit yang terkena ruam popok biasanya terlihat meradang, terasa hangat saat disentuh, dan mungkin tampak sedikit bengkak atau mengkilap.

Dalam kasus yang lebih parah, ruam popok bisa berkembang menjadi ruam dengan bintik-bintik merah kecil, lecet, atau bahkan luka terbuka kecil. Bayi yang mengalami ruam popok umumnya lebih rewel dari biasanya, sering menangis terutama saat popok diganti atau area yang teriritasi dibersihkan.

Mereka juga mungkin menunjukkan ketidaknyamanan dengan menggeliat-geliat atau menolak untuk berbaring telentang. Penting bagi orangtua untuk mengenali ciri-ciri ini sejak dini agar perawatan yang tepat dapat segera diberikan sebelum kondisinya semakin memburuk.

 

Penyebab Ruam Popok

Ruam popok pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang umum terjadi dalam keseharian perawatan bayi.

Penyebab utamanya adalah kondisi popok yang basah atau kotor yang dibiarkan terlalu lama menempel pada kulit bayi.

Urine dan tinja yang terkandung dalam popok dapat memicu iritasi kimia pada kulit sensitif bayi, terutama jika tidak segera dibersihkan dan diganti dengan popok baru.

Faktor lainnya termasuk gesekan dari popok yang terlalu ketat, dimana desain popok yang kaku atau ukuran yang tidak pas dapat menyebabkan lecet pada kulit bayi.

Lingkungan yang lembap di bawah popok juga menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi.

Bagi bayi dengan kulit sensitif, reaksi terhadap bahan popok tertentu, tisu basah, atau produk perawatan kulit juga bisa memicu ruam.

Selain itu, pemberian makanan pendamping ASI yang bersifat asam seperti jeruk dapat mengubah pH tinja bayi dan meningkatkan risiko iritasi pada kulit di area popok.

Berapa Lama Ruam Popok Bisa Sembuh

Waktu penyembuhan ruam popok sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penanganan yang diberikan.

Pada umumnya, ruam popok ringan dapat membaik dalam waktu 3-4 hari dengan perawatan yang tepat, seperti mengganti popok secara teratur dan menggunakan krim pelindung yang sesuai.

Orang tua biasanya dapat melihat perubahan positif dalam 24-48 jam pertama setelah memulai perawatan yang benar.

Untuk kasus ruam popok yang lebih parah atau sudah berlangsung lama, proses penyembuhan mungkin membutuhkan waktu 1-2 minggu. Jika ruam popok disertai infeksi jamur atau bakteri, waktu penyembuhan bisa lebih lama dan mungkin memerlukan pengobatan khusus dari dokter.

Penting diingat bahwa ruam popok yang tidak kunjung membaik setelah satu minggu perawatan di rumah, semakin parah, atau disertai demam pada bayi sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

 

Cara Mengatasi Ruam Popok

Mengatasi ruam popok pada bayi memerlukan perawatan yang tepat dan konsisten untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah kekambuhan.

Langkah pertama dan terpenting adalah sering mengganti popok bayi, idealnya setiap 2-3 jam atau segera setelah bayi buang air kecil atau besar.

Setiap kali mengganti popok, bersihkan area yang terkena ruam dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut, hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol atau parfum yang dapat memperparah iritasi.

Setelah membersihkan kulit bayi, keringkan area tersebut dengan lembut menggunakan handuk lembut atau biarkan mengering secara alami sebelum memasang popok baru.

Aplikasikan krim pelindung yang mengandung zinc oxide atau petroleum jelly sebagai penghalang antara kulit bayi dan kelembaban. Berikan waktu bagi kulit bayi untuk "bernapas" dengan membiarkannya tanpa popok beberapa kali sehari selama 10-15 menit.

Jika ruam tidak membaik dalam 3-4 hari, semakin parah, atau muncul tanda-tanda infeksi seperti lepuhan berisi cairan atau demam, segera konsultasikan dengan dokter anak.

 

Tips Pencegahan Ruam Popok

Mencegah ruam popok lebih baik daripada mengobatinya, dan ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk melindungi kulit sensitif bayi.

Kunci utama pencegahan adalah menjaga area popok tetap bersih dan kering dengan mengganti popok secara teratur, minimal setiap 2-3 jam atau segera setelah bayi buang air.

Saat membersihkan, gunakan air hangat dan lap dengan lembut, atau pilih tisu basah bebas alkohol dan parfum yang dirancang khusus untuk kulit bayi.

Biarkan kulit bayi mengering sempurna sebelum memasang popok baru dan aplikasikan krim pelindung tipis secara rutin untuk menciptakan penghalang antara kulit dan kelembaban.

Pilih popok berkualitas yang menyerap dengan baik seperti MIUBaby yang tipis namun memiliki daya serap tinggi dan fitur anti bocor.

Berikan waktu tanpa popok setiap hari selama 10-15 menit untuk membiarkan kulit "bernapas". Perhatikan juga respons bayi terhadap makanan baru, terutama makanan asam yang dapat mempengaruhi pH tinja dan meningkatkan risiko iritasi kulit di area popok.

 

MIUBaby Popok Premium Nyaman & Anti Ruam

Berikan Si Kecil kenyamanan optimal dengan MIUBaby Popok Premium yang dirancang khusus dengan teknologi Triple Core SAP pertama di Indonesia.

Dengan ketebalan ultra tipis 1.5 mm dan fitur Double Leakguard, Si Kecil dapat bergerak bebas seharian tanpa risiko bocor, sementara teknologi Quick Lock 0.1 Second menjaga kulitnya tetap kering dan terlindungi dari iritasi.

Sebagai orang tua, Anda pantas memberikan yang terbaik untuk buah hati.

Kunjungi toko terdekat atau situs resmi kami untuk konsultasi dengan ahli kami mengenai kebutuhan spesifik Si Kecil.

Kami menyediakan berbagai pilihan ukuran dan paket ekonomis untuk memastikan kenyamanan Si Kecil dan ketenangan pikiran Anda setiap hari.

 

Tinggalkan komentar

MIUCARE
Email :
Ponsel :

+62 821 2959 8989

Jam Operasional :
  1. Senin-Jumat (09.00 – 16.00 WIB)
  2. Sabtu (08.00 – 12.00 WIB)
Alamat

NEO SOHO CAPITAL, Jl. Jend Letjen S. Parman No.Kav 28 32th Floor, Suite 3205A, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

MIUBABY© 2026. All rights reserved.