Loncat ke konten Loncat ke bilah sisi Loncat ke footer

Jangan Salah! Ini Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Benar

Setelah bayi lahir, tali pusar akan dipotong dan menyisakan pangkal kecil yang menempel di perut si kecil. Bagian inilah yang perlu dirawat dengan benar hingga akhirnya mengering dan lepas dengan sendirinya.

Banyak orang tua baru yang masih keliru. Ada yang mengolesi alkohol setiap hari, ada yang membedaki, ada pula yang menutup rapat dengan perban. Padahal, metode perawatan tali pusar saat ini sudah berubah. Metode kering (dry cord care) adalah yang direkomendasikan oleh WHO dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Artikel ini akan memandu Ibu langkah demi langkah, dari awal hingga akhir, agar tali pusar si kecil cepat kering, tidak infeksi, dan lepas dengan aman.

Baca juga :

Apa Itu Perawatan Tali Pusar?

Dulu, dokter dan bidan menyarankan mengoleskan alkohol atau povidone iodine (betadin) pada tali pusar setiap hari. Tujuannya untuk membunuh kuman.

Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa alkohol dapat memperlambat proses pengeringan dan mengiritasi kulit sensitif bayi. Selain itu, alkohol juga dapat membunuh bakteri baik yang membantu tali pusar melepaskan diri secara alami.

Karena itu, sejak tahun 2015, WHO merekomendasikan metode perawatan kering (dry cord care) untuk bayi yang lahir di fasilitas kesehatan bersih (rumah sakit, puskesmas, klinik). Prinsipnya: biarkan tali pusar tetap bersih dan kering, tanpa mengoleskan apa pun.

Langkah-Langkah Merawat Tali Pusar yang Benar

Langkah 1: Cuci Tangan Dulu, Selalu!

Sebelum menyentuh tali pusar atau mengganti popok bayi, Ibu harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ini adalah langkah paling sederhana namun paling penting untuk mencegah infeksi.

Ingat: Tangan yang kotor bisa memindahkan bakteri ke tali pusar yang masih terbuka.

Langkah 2: Bersihkan Hanya Jika Kotor

Tali pusar tidak perlu dibersihkan setiap hari. Cukup bersihkan jika memang terlihat kotor, misalnya terkena pup atau pipis.

Cara membersihkan yang benar:

  • Siapkan kapas atau kassa steril.
  • Basahi dengan air matang hangat (bukan alkohol, bukan betadin).
  • Usap dengan lembut dari pangkal (area kulit sekitar pusar) menuju ke ujung tali pusar.
  • Jangan menggosok bolak-balik karena bisa melukai jaringan.

Setelah itu, keringkan dengan cara:
Tepuk-tepuk perlahan dengan kassa steril atau handuk lembut yang bersih. Jangan digosok.

Langkah 3: Jaga Agar Selalu Kering (Ini Paling Penting!)

Kelembapan adalah musuh utama tali pusar. Tali pusar yang lembap akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Cara menjaga kekeringan:

  • Biarkan terbuka – Jangan ditutup perban, plester, atau pakaian yang terlalu rapat.
  • Lipat popok ke bawah – Ini kunci utama! Pastikan popok tidak menutupi atau bergesekan dengan tali pusar. Banyak popok modern yang memiliki desain lubang khusus (spot U) untuk tali pusar.
  • Jangan gunakan bedak – Bedak tabur akan menempel di tali pusar dan membuatnya lembap serta berisiko terhirup bayi.
  • Jangan olesi minyak, salep, atau ramuan apa pun – Kecuali diinstruksikan dokter.

Langkah 4: Mandikan Bayi dengan Metode Spons (Bukan Direndam)

Selama tali pusar belum lepas, sebaiknya jangan merendam bayi di bak mandi. Air yang tergenang bisa masuk ke sela-sela tali pusar dan memperlambat pengeringan.

Cara mandi yang benar:

  • Gunakan waslap atau spons yang dibasahi air hangat.
  • Lap tubuh bayi secara bertahap, hindari area pusar.
  • Jika area pusar terkena air, segera keringkan dengan cara ditepuk lembut.

Setelah tali pusar lepas dan pusar benar-benar kering (biasanya 1-2 hari setelah lepas), bayi sudah boleh dimandikan dengan direndam di bak.

Langkah 5: Biarkan Lepas dengan Sendirinya

Tali pusar biasanya akan mengeras, mengering, berubah warna dari putih kekuningan menjadi coklat kehitaman, lalu lepas sendiri dalam waktu 5–15 hari setelah lahir.

Yang TIDAK BOLEH dilakukan:

  • Menarik atau memelintir tali pusar meskipun sudah hanya tersisa sedikit.
  • Memotong tali pusar sendiri.
  • Mencabutnya karena penasaran.

Tindakan memaksa dapat menyebabkan pendarahan dan membuka pintu masuk bagi infeksi serius (omfalitis).

Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun perawatan sudah benar, infeksi tali pusar tetap bisa terjadi. Ibu harus waspada jika melihat tanda-tanda berikut:

Tanda BahayaPenjelasan
Kemerahan di sekitar pusarKulit di pangkal pusar tampak merah dan kemerahan itu meluas.
BengkakArea pusar terlihat membengkak, teraba hangat.
Keluar nanahCairan kental kuning, hijau, atau abu-abu yang berbau busuk.
Pendarahan aktifDarah keluar terus atau makin banyak, bukan hanya bercak kecil.
Bayi rewel dan demamBayi menangis kesakitan saat pusar disentuh, suhu tubuh naik >38°C.
Bau tidak sedapTali pusar mengeluarkan aroma busuk yang menusuk.

Jika satu atau lebih tanda di atas muncul, segera bawa bayi ke dokter anak atau IGD. Infeksi tali pusar (omfalitis) dapat menyebar dengan cepat dan berbahaya bagi bayi.

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Orang Tua

KesalahanMengapa Salah
Mengoles alkohol setiap hariMemperlambat pengeringan, mengiritasi kulit, membunuh bakteri baik.
Menutup dengan perban/kassaMenjadi lembap, bakteri mudah tumbuh.
Memberi bedak taburBedak menempel, menjadi lembap, risiko terhirup.
Memasang popok terlalu tinggiPopok menutupi tali pusar, menyebabkan gesekan dan lembap.
Memaksa tali pusar lepasMenyebabkan pendarahan dan infeksi.
Merendam bayi di bak mandiAir masuk ke sela-sela tali pusar, menghambat pengeringan.

Ringkasan Cepat

Ingat 3 kata kunci:
BERSIH → cuci tangan, jika kotor lap dengan air hangat.
KERING → jangan basah, lipat popok ke bawah, jangan rendam.
TERBUKA → jangan ditutup perban atau pakaian rapat.

Lakukan:

  • Cuci tangan sebelum menyentuh.
  • Bersihkan dengan air matang hangat jika kotor.
  • Keringkan dengan ditepuk.
  • Lipat popok ke bawah.
  • Biarkan lepas sendiri.

Jangan lakukan:

  • Alkohol, betadin, bedak, minyak, salep.
  • Menutup dengan perban.
  • Menarik atau memotong.
  • Merendam bayi di bak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kesimpulan

Merawat tali pusar bayi baru lahir tidaklah sulit. Ibu tidak perlu ribet dengan alkohol, betadin, atau bedak. Cukup jaga kebersihan dan kekeringan, lipat popok ke bawah, biarkan terbuka, dan biarkan lepas sendiri.

Dengan metode perawatan kering (dry cord care) yang direkomendasikan WHO dan IDAI, tali pusar si kecil akan cepat mengering, risiko infeksi minimal, dan pusar mungil yang sehat akan terbentuk dengan sempurna.

Ingat selalu:

"Jangan terlalu banyak intervensi. Semakin sederhana, semakin baik."

Selamat merawat si kecil, Ibu. Semoga tali pusar cepat puput dan bayi tetap sehat! 

Tinggalkan komentar


MIUCARE
Email :
Ponsel :

+62 821 2959 8989

Jam Operasional :
  1. Senin-Jumat (09.00 – 16.00 WIB)
  2. Sabtu (08.00 – 12.00 WIB)
Alamat

NEO SOHO CAPITAL, Jl. Jend Letjen S. Parman No.Kav 28 32th Floor, Suite 3205A, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

MIUBABY© 2026. All rights reserved.