Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang sederhana namun memiliki dampak luar biasa bagi tumbuh kembang si kecil. Sentuhan lembut dari orang tua tidak hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan fisik dan emosional bayi.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendefinisikan stimulasi pijat sebagai kombinasi stimulasi multi-modal, yaitu stimulasi raba (taktil) dan stimulasi gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan, atau anggota keluarga lainnya. Saat memijat, orang tua juga secara alami melakukan stimulasi pendengaran (auditori) dengan mengajak bayi bicara, serta stimulasi penglihatan (visual) dengan melakukan kontak mata.
Tujuan utama pijat bayi adalah mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui sentuhan yang penuh kasih, dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman.
Baca juga : 10 Gerakan Yoga untuk Ibu Hamil yang Aman dan Mudah Dilakukan
Manfaat Pijat Bayi berdasarkan Bukti Ilmiah
Pijat bayi bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi telah terbukti secara ilmiah memberikan berbagai manfaat nyata bagi bayi maupun orang tua.
Manfaat untuk Bayi
| Manfaat | Penjelasan Ilmiah |
| Meningkatkan berat badan | Penelitian menunjukkan pijat bayi merangsang hormon pertumbuhan sehingga berdampak signifikan pada kenaikan berat badan. |
| Memperbaiki kualitas tidur | Beberapa studi membuktikan pijat bayi berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur, dengan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Bayi yang dipijat cenderung tidur lebih lelap dan lama. |
| Meredakan kolik dan gangguan pencernaan | Pijat terbukti efektif mengurangi gejala kolik, mengatasi sembelit, dan meredakan perut kembung. Teknik pijat I Love U khususnya efektif mengatasi konstipasi pada bayi. |
| Mengurangi tangisan dan stres | Bayi yang menerima pijatan teratur cenderung lebih jarang menangis dan lebih mudah ditenangkan. Penelitian menunjukkan bayi yang dipijat lebih cepat tersenyum dan memiliki rentang perhatian yang lebih panjang. |
| Meningkatkan frekuensi menyusu | Pijat bayi dapat membantu meningkatkan frekuensi menyusu pada bayi. |
| Membantu meredakan gejala batuk pilek | Pijat dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi dan mempercepat penyembuhan. |
Manfaat untuk Orang Tua
Pijat bayi memberikan manfaat yang setara bagi orang tua, terutama ibu:
- Mempererat ikatan emosional (bonding) melalui sentuhan dan kontak mata
- Meningkatkan rasa percaya diri dalam mengasuh bayi serta kemampuan memahami isyarat (bahasa non-verbal) bayi
- Merangsang produksi hormon oksitosin yang menciptakan rasa nyaman pada ibu, bayi, maupun ayah
- Mengurangi stres dan kecemasan serta menurunkan gejala depresi pascamelahirkan pada ibu
Baca juga : Jangan Salah! Ini Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Benar
Waktu yang Tepat untuk Memijat Bayi
Usia Awal Pijat
Pijat bayi dapat dimulai sejak usia awal kelahiran, dimulai dalam bentuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD) hingga usia 2-3 tahun. IDAI menyatakan bahwa usia termuda melakukan pijat bayi adalah saat bayi baru lahir.
Waktu Terbaik dalam Sehari
Pijat bayi sebaiknya dilakukan saat bayi dalam kondisi:
- Tenang dan tidak mengantuk (dalam keadaan "waspada tenang"/ quiet alert)
- Tidak dalam keadaan lapar (bayi yang lapar akan rewel dan tidak nyaman)
- Setelah 45-60 menit setelah menyusu atau makan untuk menghindari risiko bayi muntah akibat gerakan pijat di area perut
- Tidak sedang sakit atau demam
IDAI merekomendasikan durasi pijat sekitar 10–15 menit tanpa tekanan kuat.
Frekuensi yang Dianjurkan
| Sumber | Rekomendasi Frekuensi |
| IDAI | Rutinitas yang dilakukan secara konsisten, bila memungkinkan 3 kali sehari |
| IDAI | 1–2 kali sehari, minimal 3 kali seminggu |
| Penelitian | Semakin lama durasi pemijatan, semakin meningkat kualitas tidur bayi |
Pijat dapat dilakukan kapan saja dengan syarat ruangan hangat dan nyaman agar bayi tidak kedinginan saat pakaiannya dilepas
Persiapan Sebelum Memijat Bayi
Sebelum memulai, pastikan semua persiapan berikut telah dilakukan:
A. Persiapan Lingkungan
| Aspek | Hal yang Perlu Diperhatikan |
| Suhu ruangan | Hangat dan nyaman, sekitar 24–26°C |
| Suasana | Tenang, minim kebisingan, dapat ditemani musik lembut |
| Alas pijat | Handuk atau selimut lembut di lantai atau permukaan datar yang aman |
| Pencahayaan | Tidak terlalu terang, hindari sinar matahari langsung ke mata bayi |
B. Persiapan Diri Orang Tua
- Cuci tangan hingga bersih sebelum menyentuh bayi
- Pastikan kuku pendek dan rapi untuk mencegah melukai kulit sensitif bayi
- Lepaskan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi
- Hindari merokok sebelum menggendong/memijat bayi — residu asap rokok berbahaya untuk sistem pernapasannya yang masih sensitif
C. Persiapan Minyak Pijat
| Jenis Minyak yang Aman | Yang Perlu Dihindari |
| Minyak kelapa, minyak almond, baby oil, minyak chamomile, minyak telon (dalam jumlah sedikit) | Minyak dengan pewangi buatan, bahan kimia keras, dan lateks |
Catatan Penting:
- Hindari penggunaan minyak pada area tali pusar yang belum kering karena kondisi basah dan lembap dapat memicu pertumbuhan kuman penyebab infeksi
- Sebisa mungkin hindari penggunaan minyak pada wajah bayi agar tidak terkena mata
- Jangan mengoleskan minyak pada jari tangan bayi untuk mencegah minyak masuk ke mulut
Teknik Dasar Pijat Bayi (Langkah demi Langkah)
Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat diikuti oleh orang tua. Lakukan dengan gerakan lembut, tanpa tekanan kuat, dan perhatikan respons bayi.
Langkah 1: Minta "Izin" kepada Bayi

Cara: Gosokkan sedikit minyak di telapak tangan, dekatkan ke telinga bayi, lalu katakan dengan lembut, "Bunda mau pijat ya, sayang?"
Ini membantu bayi memahami bahwa pijatan akan segera dimulai dan memberi kesempatan pada bayi untuk menunjukkan apakah ia siap (melalui bahasa tubuhnya).
Langkah 2: Memijat Kaki
Pijat bayi umumnya dimulai dari kaki karena area ini paling tidak sensitif dan membantu bayi beradaptasi dengan sentuhan.
| Gerakan | Cara Melakukan |
| Gerakan memerah (milking) | Pegang kaki bayi, lalu pijat lembut dari paha menuju pergelangan kaki dengan gerakan seperti memeras susu secara perlahan |
| Pijat telapak kaki | Gunakan ibu jari untuk memijat telapak kaki dari tumit ke arah jari-jari. Tekan dan pijat secara lembut |
| Pijat jari kaki | Pijat masing-masing jari kaki secara lembut. Jangan menarik ruas jari terlalu kencang karena berbahaya |
Langkah 3: Memijat Perut
Pijat perut sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan meredakan kembung. Hindari area tali pusar yang belum kering.
| Gerakan | Cara Melakukan |
| Gerakan memutar searah jarum jam | Pijat lembut area perut dengan ujung jari mengikuti arah jarum jam. Ini membantu melancarkan pergerakan usus |
| Mengayuh sepeda | Pegang kedua kaki bayi, lalu gerakkan secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda |
Teknik Khusus: Pijat I Love U (ILU)
Teknik pijat ILU merupakan metode memijat perut yang efektif untuk mengatasi konstipasi dan perut kembung, karena gerakannya mengikuti alur kolon (usus besar) yang normal.
Kesalahan umum: Jika pijatan tidak sesuai arah kolon (misalnya gerakan berlawanan), dapat menyebabkan kotoran terdorong ke atas sehingga memperparah sembelit.
Berikut cara melakukan pijat ILU:
- Huruf "I" (dibaca 6 kali) — Mulai dari dada kiri ke arah perut bawah, mengusap ke bawah di sisi kiri perut
- Huruf "L" terbalik (dibaca 6 kali) — Mulai dari dada kanan ke dada kiri, lalu turun ke perut bagian bawah kiri
- Huruf "U" terbalik (dibaca 6 kali) — Mulai dari perut bagian bawah kanan, berbelok naik ke atas pusar, lalu turun ke sisi kiri perut bagian bawah
Langkah 4: Memijat Dada dan Tangan
| Gerakan | Cara Melakukan |
| Usap dada | Letakkan kedua telapak tangan di dada bayi, lalu usap lembut mengarah ke luar (menjauhi jantung) dengan gerakan simetris |
| Pijat tangan | Pijat lembut dari bahu menuju pergelangan tangan dengan cara mengusap dan gerakan memutar ibu jari. Akhiri dengan memijat jari-jemari tangan secara halus |
Langkah 5: Memijat Punggung
| Gerakan | Cara Melakukan |
| Menelungkupkan bayi | Tengkurapkan bayi dengan pengawasan ketat, pastikan posisi aman (wajah tidak tertutup) |
| Usap punggung | Usap perlahan dari leher ke arah bokong menggunakan ujung jari atau telapak tangan dengan tekanan ringan |
| Gerakan melingkar | Lakukan gerakan melingkar lembut di sekitar tulang belakang (hindari tekanan langsung pada tulang belakang) |
Langkah 6: Memijat Kepala dan Wajah (Opsional)
| Gerakan | Cara Melakukan |
| Pijat kulit kepala | Pijat lembut kulit kepala dengan ujung jari, seperti gerakan mencuci rambut. Ini membantu melancarkan aliran darah dan menciptakan rasa nyaman sebelum tidur |
| Usap wajah | Usap lembut membentuk lingkaran kecil ke lingkaran besar di daerah pipi, lalu ke daerah mulut, dan usap telinga dari depan ke belakang, serta usap daerah dahi |
Catatan: Pijatan di area ubun-ubun harus sangat hati-hati. Untuk bayi di bawah 2 tahun, hindari tekanan langsung pada ubun-ubun karena dapat berisiko menyebabkan perdarahan otak. Cukup usapan ringan saja.
Hal yang WAJIB Dihindari Saat Memijat Bayi
A. Kondisi yang Tidak Boleh Dipijat
| Kondisi | Alasan |
| Bayi sedang tidur | Jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat; kegiatan ini harus menjadi momen menyenangkan, bukan paksaan |
| Bayi sedang lapar atau rewel | Pijat saat lapar/rewel tidak akan efektif dan justru membuat bayi semakin tidak nyaman |
| Baru selesai menyusu/makan | Tunggu 45–60 menit setelah menyusu, karena pijatan di perut dapat memicu bayi muntah |
| Bayi sedang sakit atau demam | Pijat dapat memperburuk kondisi dan membuat bayi semakin tidak nyaman. Segera konsultasikan ke dokter |
| Bayi menunjukkan ketidaknyamanan | Apabila bayi menangis, rewel, atau menunjukkan tanda tidak suka, hentikan segera dan jangan memaksakan |
B. Area Tubuh yang Tidak Boleh Dipijat
| Area Tubuh | Alasan / Risiko |
| Ubun-ubun (fontanel) | Pada bayi di bawah 2 tahun, ubun-ubun belum menutup sempurna. Tekanan pada area ini dapat menyebabkan pendarahan otak yang fatal |
| Area tali pusar yang belum kering | Menyebabkan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan kuman penyebab infeksi |
| Area kemaluan | Area sensitif yang tidak perlu dipijat |
C. Kesalahan Teknik yang Harus Dihindari
- Menggunakan tekanan kuat atau teknik "totok" — IDAI menegaskan pijat bayi harus lembut tanpa tekanan kuat. Bayi yang menangis keras saat dipijat menandakan ketidaknyamanan, dan sebaiknya pijatan segera dihentikan
- Memijat bayi yang sedang sakit — Risiko pijat pada bayi yang sedang sakit, terutama infeksi, fatal consequences—jangan coba-coba. Jika bayi mengalami infeksi kulit, luka terbuka, demam, atau baru divaksinasi (72 jam), pijat dilarang keras.
- Memaksa pijatan saat bayi terus menangis — Prinsip dasar pijat bayi adalah bergantung pada respons bayi. Jika bayi tidak nyaman, jangan memaksakan
- Memijat dengan kuku panjang — Dapat melukai kulit bayi yang sangat sensitif
- Pijatan pada perut yang tidak mengikuti alur kolon — Dapat menyebabkan sembelit

Perbedaan Pijat Bayi (Stimulasi) dengan Urut Tradisional
IDAI membedakan secara tegas antara stimulasi pijat (pijat bayi) dan urut tradisional:
| Aspek | Pijat Bayi (Stimulasi) | Urut Tradisional (Dukun) |
| Tujuan | Stimulasi tumbuh kembang dan bonding | Menyembuhkan penyakit |
| Prinsip | Bergantung pada respons bayi (jika menangis → dihentikan) | Sering dilanjutkan meskipun bayi menangis (demi tujuan penyembuhan) |
| Pelaku | Orang tua atau tenaga kesehatan | Dukun/paraji |
| Suasana | Harus menyenangkan dan nyaman | Tidak selalu memperhatikan kenyamanan bayi |
Pesan penting IDAI: Pijat adalah tentang kepekaan dan kasih sayang, bukan kekuatan. Setiap sentuhan pada anak harus menghadirkan rasa aman, bukan luka atau ketakutan.
Panduan Keselamatan Tambahan
- Bayi prematur: Teknik pijat untuk bayi prematur berbeda dengan bayi cukup bulan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum memulai.
- Hindari langsung setelah imunisasi: Pijat sebaiknya tidak dilakukan dalam 72 jam setelah imunisasi kecuali atas saran dokter.
- Jika bayi sedang infeksi atau sakit berat: Pijat harus dihentikan sampai bayi pulih sepenuhnya.
- Hindari memaparkan tangan bayi langsung dengan minyak pijat untuk mencegah minyak masuk ke mulut.
- Jangan pernah menggoyangkan bayi terlalu keras saat memijat atau menggendong — ini dapat menyebabkan cedera otak serius (Shaken Baby Syndrome).
Penutup

Pijat bayi adalah salah satu bentuk investasi awal yang paling sederhana namun bermakna bagi masa depan si kecil. Dengan teknik yang benar, penuh kelembutan, dan ketulusan hati, orang tua tidak hanya membantu tumbuh kembang fisik bayi, tetapi juga membangun fondasi ikatan emosional yang akan bertahan seumur hidup.
IDAI mengingatkan: "Stimulasi pijat merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan dan sangat bergantung pada respons bayi." Jika bayi nyaman, lanjutkan. Jika tidak, hentikan dan coba lagi lain waktu.
Sentuhan lembut dari tangan orang tua adalah bahasa cinta pertama yang dikenali oleh si kecil. Pijatlah dengan hati, karena di situlah keajaiban itu terjadi.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan jurnal penelitian ilmiah terkait. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis profesional. Untuk kondisi spesifik si kecil, selalu konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan profesional.
Daftar Referensi:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – Stimulasi Pijat: Keamanan dan Manfaat
- IDAI – Panduan Pijat Bayi yang Aman (2026)
- WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour (2020)
- Cochrane Review (2022) – Infant massage for sleep and crying
- Jurnal Penelitian: Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Badan & Kualitas Tidur (2024)
- Jurnal Penelitian: Literatur Review Efektivitas Pijat I Love You terhadap Konstipasi Bayi (2025)
- BMC Public Health – Infant massage and mother-infant bonding
- American Academy of Pediatrics – Safe infant sleep and handling guidelines
- NCT UK – Baby massage: tips and benefits
- NHS UK – Infant massage on the neonatal unit